Kamis, 16 Januari 2020

7 Cara Sederhana Untuk Hidup Anda Lebih Bahagia

CARA SEDERHANA UNTUK HIDUP ANDA LEBIH BAHAGIA

1. Mulai dari Hal Sederhana
Banyak orang jika ditanya mengenai apa hal yang membuat dirinya bahagia, maka ia akan menjawab panjang lebar mengenai berbagai kebutuhannya seperti hidup sehat, uang dan sebagainya. Tetapi sebelum masuk ke dalam hal-hal seperti itu, cobalah untuk memulai dari yang paling dasar. Seperti tidur cukup, makan cukup, minum cukup dan seterusnya. Pada kenyataannya, makanan dan tidur adalah kedua hal yang paling berpengaruh ke kebahagiaan manusia.

2. Keluarlah, Kebahagiaan Sedang Menunggumu 
Semakin majunya teknologi sekarang ini, kita semakin melupakan mengenai pentingnya kehidupan sosial dan kebutuhan akan penyegaran. Beberapa dari Anda mungkin akan merasakan bahwa kehidupan Anda sangat monoton, seperti bangun tidur, makan, kerja, hiburan sedikit dan tidur kembali. Mungkin hiburan bagi Anda adalah teknologi seperti smartphone, televisi dan sejenisnya.
Jika Anda merasa seperti itu,

Selasa, 03 September 2019

Saleha di Tengah Badai Salju

Saleha di Tengah Badai Salju
Karya: Ida Ahdiah

SEPERTI malam kemarin dan sebelumnya Saleha keluar apartemen pukul sepuluh. Salju turun deras dan rapat disertai angin kencang. Menurut ramalam cuaca malam itu akan terjadi badai salju. Salju turun hingga esok, menimbun setebal 40 cm! Esok kota bakal mati. Penduduk sedapat mungkin tinggal di rumah. Petugas kota tak akan mampu membersihkan salju yang menutupi jalan-jalan.
Saleha berangkat kerja!

Tubuhnya dibungkus jaket tebal. Jemarinya dilindungi kaos tangan. Ia menggunakan scarf untuk menutup sebagian wajah agar tidak beku. Hanya mata yang terbuka. Langkahnya di trotoar terbenam dan tertahan di bawah salju yang nyaris menjangkau lutut. Jarak menuju halte bus ditempuh merayap dengan mata kabur karena salju merintangi penglihatan. 
Seperti malam sebelumnya, ia sendirian di halte bus, menanti bus nomor 175 yang menurut jadwal tiba lima menit lagi. Angin kuat mendorong barisan serpih salju ke satu arah, menampar dinding halte, memunculkan suara berisik. Ia merapatkan tubuh di sudut halte. 


Robohnya Surau Kami

Robohnya Surau Kami
Karya : A.A Navis

Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi.

Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengansegala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek.